The Cave (2005) 5.136,035

5.136,035
Trailer

Nonton Film The Cave (2005) Streaming Movie Sub Indo

Nonton The Cave Sub Indo – The Cave adalah film ketiga yang kami tonton di hari ketiga JAFF. The Cave merupakan sebuah film Thailand yang disutradarai oleh Tom Waller dan bercerita tentang 12 anak dan seorang pelatih yang terjebak selama lebih dari dua minggu di sebuah gua yang ada di Thailand. Film ini diangkat dari kisah nyata, peristiwa yang terjadi sekitar pertengahan tahun 2018 lalu. Seharusnya kalian masih ingat dengan peristiwa ini karena hampir semua media di dunia, termasuk Indonesia memberitakan peristiwa ini.

Nah, setelah beberapa waktu, ternyata peristiwa itu dijadikan sebuah film. Sejujurnya kami memilih film ini karena ingin lebih tahu bagaimana peristiwa penyelamatan itu terjadi. Lalu bagaimana impresi setelah menonton film ini? Flash Review ini bebas spoiler. Jadi aman dibaca sampai akhir. Just in case, kalian mendapatkan kesempatan nonton film ini.

Download Film The Cave (2005) Streaming Movie Sub Indo

Nonton The Cave Sub Indo – Hal pertama yang kami dapatkan ketika menonton film ini adalah intens. Film ini sangat intens di hampir 95% bagian filmnya. Dari awal kalian akan diberikan intensitas yang cukup tinggi. Kami menangkapnya dari musik, dan cara ia mengambil gambar. Tapi yang menarik adalah dengan intensitas yang hampir memenuhi 95% film, kami bisa dibilang hampir tidak bosan. Kenapa? Seperti judul dari flash review ini, The Cave memberikan intensitas yang berwarna. Maksudnya?

Kalian tahu kan bahwa intens itu bukan hanya persoalan satu emosi saja. Intens bisa jadi dalam bentuk banyak emosi. Nah, ini yang kami dapatkan dari The Cave. Film ini berhasil memberikan intensitas yang berwarna hampir pada setiap adegannya. Kalian akan mendapati intensitas dengan emosi marah, lalu pada satu waktu yang lain akan mendapati intensitas dengan emosi sedih, sementara di waktu berikutnya anda akan mendapatkan intensitas dengan emosi senang, takut, gelisah, khawatir, dan emosi-emosi yang lain. Emosi-emosi itulah yang “menyelamatkan” film ini dari kemonotonan karena dari awal sudah dibuat intens.